Di lapangan, istilah WF dan H-Beam sering dipakai bergantian — padahal keduanya profil yang berbeda. Salah pilih bisa berarti struktur terlalu boros, atau lebih buruk: kurang kuat. Berikut perbedaannya secara praktis.
Perbedaan utama
| Aspek | WF (Wide Flange) | H-Beam |
|---|---|---|
| Proporsi | Tinggi ≈ 2× lebar sayap (mis. 300 × 150) | Tinggi ≈ lebar sayap (mis. 300 × 300) |
| Penampang | Menyerupai huruf I | Menyerupai huruf H |
| Berat | Lebih ringan per ukuran tinggi | Lebih berat, lebih kekar |
| Kekuatan | Optimal untuk lentur satu arah | Kuat ke segala arah |
Kapan pakai WF?
Profil WF efisien untuk balok (girder) — elemen yang memikul beban lentur. Bentuknya yang tinggi dan ramping memberi momen inersia besar dengan berat minimal, sehingga lebih hemat untuk bentang panjang seperti rangka atap gudang dan balok lantai.
Kapan pakai H-Beam?
H-Beam unggul sebagai kolom — elemen yang memikul beban tekan dari segala arah. Sayapnya yang lebar membuat profil ini stabil terhadap tekuk pada kedua sumbu. H-Beam juga umum dipakai untuk tiang pancang dan struktur jembatan.
Contoh perbandingan berat
- WF 300 × 150: 36,7 kg/m → 440 kg per batang 12 m
- H-Beam 300 × 300: 93,0 kg/m → 1.116 kg per batang 12 m
Pada tinggi profil yang sama, H-Beam bisa 2–3 kali lebih berat. Itulah kenapa keputusan WF vs H-Beam berdampak besar ke anggaran material.
Kesimpulan praktis
- Balok / bentang lentur → WF
- Kolom / beban aksial → H-Beam
- Selalu ikuti perhitungan struktur dari perencana — tabel ini hanya panduan awal.
Lihat tabel spesifikasi lengkap WF dan H-Beam kami, atau konsultasikan kebutuhan proyek Anda — tim Marselus Steel siap membantu sejak 1996.